Beras Analog sebagai Inovasi Pangan untuk Diet dan Penderita Diabetes



BERAS ANALOG



Upaya mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah dengan mengembangkan alternative pangan. Program diversifikasi pangan belum dapat berhasil sepenuhnya karena keterikatan masyarakat yang sangat kuat dengan konsumsi beras. Maka perlu dikembangkan alternative pangan menyerupai beras namun tidak murni terbuat dari beras. Beras analog yang dibuat diharapkan dapat mendekati bentuk beras asli sehingga psikologi masyarakat yang mengonsumsinya merasa mengonsumsi beras. Disebut beras analog karena bentuknya yang menyerupai beras namun warna dan teksturnya yang berbeda. Beras analog merupakan salah satu solusi sebagai bahan pangan alternative pengganti beras.


A.  Pengertian Beras Analog

Beras analog adalah salah satu jenis beras yang berbahan baku seperti singkong, tepung sagu, jagung, umbi-umbian, dan beberapa sumber karbohidrat lainnya.
Hasil gambar untuk contoh beras analog
B.  Contoh-contoh Beras Analog di Pasaran
Contoh beras analog, misalnya, terbuat dari campuran bahan dasar tepung singkong yang sudah dimodifikasi atau dikenal sebagai Mocaf (Modified Cassaca Flour). Beras analog juga bisa terbuat dari campuran tepung jagung, tepung sorgum, dan tepung sagu. Beras Siger adalah salah satu beras analog yang terbuat dari singkong segar.
Hasil gambar untuk contoh beras analog         Hasil gambar untuk contoh beras analog

Hasil gambar untuk beras siger
Hasil gambar untuk beras siger
C.  Penilaian Urgensi dari Beras Analog

Beras analog ini merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk mengurangi ketergantungan konsumsi masyarakat terhadap beras padi dan tepung terigu. Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari tepung lokal non-beras. Beras analog merupakan salah satu bentuk solusi dalam mengatasi ketersediaan pangan.

D.  Aspek-aspek penting yang mendasari Beras Analog

Beras analog memiliki kandungan indeks glikemik (glukosa dalam karbohidrat yang terdapat pada suatu pangan) yang umumnya lebih rendah dibandingkan beras padi. Beras analog membutuhkan upaya lebih lanjut untuk menarik minat masyarakat terhadap makanan tersebut dengan mengolahnya menjadi makanan yang dapat diterima masyarakat. Salah satu upaya yang dapat menjadi solusi masalah tersebut adalah pengoptimalan pengembangan teknologi pangan. Karakteristik beras analog ini diharapkan dapat lebih diterima masyarakat karena memiliki bentuk dan rasa yang menyerupai beras.

E.  Kecocokan untuk Konsumsi Setiap Hari

Beras analog atau beras dari singkong ataupun jagung dapat menggantikan peran beras padi sebagai konsumsi utama masyarakat Indonesia. Hal ini didukung dengan kandungan gizi dari beras tersebut seperti berikut:
https://i0.wp.com/berandainovasi.com/wp-content/uploads/2013/04/Tabel-2-Gizi.jpg?fit=300%2C85
Kandungan karbohidrat beras analog lebih rendah, dibanding dengan beras padi, namun beras analog mengandung kadar protein yang lebih tinggi dibanding beras padi. Selain itu, beras analog memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga baik untuk dikonsumsi untuk penderita diabetes militus ataupun diet.

Komentar

Posting Komentar